Inilah Cahaya Harapan dan Batu Loncatan Yang Diberi Tuhan untuk Memutihkan Paradigma Pergolakan Pendidikan Melalui Program Pemerintah Beasiswa NTB Guna mewujudkan Negeri Sasambo Yang Cerdas, Berkualit


Tanggal Unggah : 02/01/2023 Diunggah Oleh : ADMIN 6684

Pendidikan dipercaya sebagai salah satu jalan menuju kemakmuran dan kesejahteraan hidup. Pembangunan harus dapat menjamin kualitas pendidikan guna membentuk sumber daya manusia yang tangguh, berdaya saing dan dan mampu meningkatkan kualitas hidup diri dan keluarganya. Tidak terkecuali dengan Nusa Tenggara Barat yang kita cintai ini. Berada pada posisi yang cukup bawah mencerminkan kualitas pendidikan negeri kita ini. Apakah kita akan terus berdiam diri? Melihat pendidikan seperti  ini saja? Tentu tidak bukan? 

Dilansir dari salah satu laman data, kualitas Pendidikan NTB peringkat ke 33 dari 34 provinsi di indonesia. Budaya literasi (minta baca) penduduk NTB berada pada peringkat ke 31 dari 34 provinsi. ditambah lagi dengan tingginya angka putus sekolah. Berdasarkan data statistik pendidikan di Provinsi NTB tahun 2019 untuk angka tidak/belum pernah sekolah berdasarkan umur, mulai dari umur 7-12 tahun sebanyak (30,45%), umur 13-15 tahun (11,46%), umur 16-18 tahun (1,6%) umur 19-24 tahun (56,49%). ada sekitar 32.355 anak NTB tidak mengenyam pendidikan menengah pada 2018. Berada pada posisi 33 dari 34 bukanlah sebuah prestasi, kawanku. 

Saya amati dan akui, pendidikan di negeri Sasambo ini belum cukup merata. Mengapa saya berani mengatakan demikian? Di daerah saya, di sebuah desa kecil di kecamatan ini, yang tidak begitu tertinggal. Di kecamatan dimana Gubernur kita,Pak Zul menghabiskan masa kecil beliau. Benar, Kecamatan Alas. Kami di sini, anak-anak sekolah masih cukup sulit mendapatkann fasilitas yang memadai dalam pendidikan. Bahkan koneksi pendidikan pun, kami selalu menjadi bagian yang terakhir. Mendapatkan info perlombaan pun, sekolah kami hampir mendapatkan informasi yang telat. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan di daerah kita ini belum merata.

Hal paling sederhana, toko buku saja tidak ada di sini. Tempat fotocopy pun hanya beberapa. Sungguh miris. Lalu, jika demikian siapa yang bersalah? Saya tidak mengatakan pemerintah yang bertanggungjawab atas semua ini. Yang salah, hanya waktu. Saatnya Nusa Tenggara Barat melakukan perubahan.

Pemtidakmerataan pendidikan ini banyak sebabnya,kawanku. Yang pertama,personality. Mindset anak-anak sekarang, bahkan anak pelosok selalu mengubur impiannya dan menjudge dirinya “ Aidah ntar kalah si sama orang kota”. Padahal nyatanya, Tuhan menciptakan semua manusia itu ada kelebihan dan kekurangan. Mindset seperti ini, yang membuat memukul mundur pendidikan di sebagian kalangan. Rasa kalah sebelum masuk ke medan perang sering ditanami dan disuburi. Dalam dunia ini, kecerdasan urusan sekian. Tapi, yang terpenting itu mental kita. Jangan ingin dirusak oleh jin dalam mindset mu sendiri!

Yang kedua, pihak-pihak terkait. Keluarga adalah sekolah pertama anak-anak. Orangtua selalu menginginkan hal terbaik untuk anaknya. Tapi semua itu membutuhkan uang, pak,ibu. Kami dari desa, dengan kondisi ekonomi yang cukup untuk sehari-hari, bagaimana kami bisa menggapai impian setinggi langit itu. Koneksi pendidikan kami di sini juga kurang merata. Apakah kami harus mengubur mimpi itu? Melihat orang tua yang meneteskan keringat, yang menangis di kamar memikirkan kami, tidak semudah itu.

Pihak sekolah, kami ada dan bisa melakukan ini semua karena dukungan sekolah. Tapi, sekolah kami juga masih cukup tertinggal dibanding kota. Bagaimana kami melakukan perubahan? Sanggat bangga, ketika kami menjuarai juara 3 Debat Demokrasi di Jakarta dan disiarkan melalui TVRI. Pergolakan ini akan selalu muncul dan menghantui pikiran kami, anak-anak sekolah. Terlebih lagi, yang ingin melanjutkan ke jenjang perkuliahan.

Namun, rasanya Tuhan sudah memberi sorotan cahaya harapan untuk anak NTB terspesialnya kami, anak desa. Seperti sebuah mimpi, namun benar-benar ada. Kekhawatiran dan kegelisahan yang timbul dan muncul dalam benak, yang selalu terpikirkan. Tampaknya sudah diberikan jalannya oleh Tuhan dengan perantara Program Pemerintah

Ya, benar. Hadirnya program Beasiswa NTB menjadi batu loncatan untuk anak-anak NTB baik yang kekurangan namun berprestasi ataupun sejenisnya. Ini dia program unggulan pemerintah untuk memberantas pergolakan pendidikan di negeri Sasambo. Dengan cara ini, insyallah akan menghasilkan ratusan bahkan jutaan cendekiawan Nusa Tenggara Barat yang nantinya akan menjadi penerus estafet penerus perubahan untuk provinsi yang kita cintai ini.

Beasiswa NTB adalah program beasiswa yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui tim pengelola beasiswa ke luar negeri. Yang dimana, Pemerintah NTB berencana mengirimkan 1000 pemuda pemudi NTB untuk studi ke luar negeri. Tidak perlu memikirkan biaya, karena biaya pendidikan dialokasikan dari para donatur. Baik kita ingin studi di dalam negeri ataupun luar negeri.

Dalam beasiswa NTB ini terbagi menjadi 3 jenisnya. Jika kalian dan kita semua menginginkan mengenyam pendidikan di luar negeri dan merasakan sekaligus salju yang bisanya kita saksikan di film-film. Kita dapat menggunakan Beasiswa NTB Umum. Dalam beasiswa ini tercatat ada 730 beasiswa NTB umum berdasarkan data dari laman beasiswa.ntbprov.go.id. Tentu ini, menjadi impian dan sorotan semua orang. Kapan lagi kita mampu ke luar negeri sekaligus belajar dan liburan. Sungguh, Tuhan memberikan jalan yang indah dengan hadirnya beasiswa ini.


Gambar di atas merupakan dokumentasi pak Gubernur dengan 21 orang NTB yang mendapat beasiswa ke Polandia. Sungguh, ini sangat membantu mimpi-mimpi kita yang awalnya terkubur dalam.

Bukan hanya itu, jika kita tidak mampu jauh orang tua dan menginginkan cukup kuliah di dalam negeri saja. Jangan khawatir, pemerintah sudah menyediakannya yakni dengan hadirnya Beasiswa NTB Stimulan dan Beasiswa Miskin Berprestasi. Beasiswa Stimulan (BS) adalah bantuan dana parsial bagi penyelenggara pendidikan di NTB, dan mahasiswa NTB pada PTS/PTN di Indonesia yang memenuhi persyaratan penerima bantuan. Beasiswa Stimulan (BS) terbagi dalam dua kategori bantuan yaitu Beasiswa Stimulan-Unggulan (BS-U) dan Beasiswa Stimulan-Kerjasama (BS-K).

Dengan hadirnya dua jenis beasiswa ini, membuka mata dan pikiran kita. Betapa banyak program yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan Nusa Tenggara Barat. Kita kuliah di dalam ataupun luar negeri, tidak ada bedanya. Karena kita sama-sama mendapatkan kemudahan dari pemerintah. Dengan jumlah penerima beasiswa NTB Stimulan yaitu 2969  dan untuk Beasiswa Miskin Berprestasi yakni 702.

Dalam beasiswa ini pun diklasifikasikan 3 jenis pendanaan. Yakni full funded,co-funding dan co-host. Ketiga jenis pendanaan ini sangat membantu kita semua dalam meraih pendidikan yang lebih layak dan berkualitas. Dari elemen manapun, dari desa mana pun, dari sekolah mana pun,dari kabupaten mana pun, dan dari personal mana pun, semua berhak mendapatkan beasiswa unggulan NTB ini. Mengenyam pendidikan tanpa mengeluarkan biaya menjadi impian semua orang. Bukan sekedar kebanggan bagi diri kita sendiri, namun untuk dua malaikat yang selalu mencari rezeki untuk kita di sini. Kita tak akan bisa sejauh ini, tanpa ada 2 malaikat yakni ayah dan Ibu.

Seperti keluar dari gumpalan asap menuju cahaya penerang. Itulah bentuk perumpamaan dengan hadirnya Beasiswa NTB. Kepemerintahan pemimpin kita yakni Zul-Rohmi dengan hadirnya Beasiswa NTB ini memberikan perubahan dalam dunia pendidikan yang cukup signifikan. Menunjukkan pada Indonesia bahkan dunia, bahwa negeri Sasambo dapat bersaing dengan jutaan orang di luar sana. Dengan jutaan mimpi di luar sana.

Banyak sekali dampak positif yang kita raih dari Beasiswa NTB ini. Dengan hadirnya cahaya harapan dalam pendidikan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan NTB. Dampak yang paling langsung dirasakan, yakni pada diri kita sendiri yakni anak-anak sekolah yang melanjutkan ke jenjang perkuliahan. Saya yakin 100% semua orang di luar sana memiliki mimpi yang luar biasa. Yang kadang dapat ditafsir ataupun tidak oleh logika. Namun, itulah sebuah mimpi dan cita-cita. Bapak proklamator pernah berkata “ teruslah bermimpi setinggi langit, jika pun kamu jatuh, kamu akan jatuh di antara bintang-bintang”.

Tidak ada yang salah dengan mimpi. Dengan adanya beasiswa ini, orang-orang yang dulunya mengubur mimpinnya dalam-dalam. Kini mulai mengeruk kembali semua itu perlahan-lahan. Hadirnya program ini mengembalikan dan meningkatkan semangat belajar dan mengejar mimpi yang sudah digantungkan dahulu. Mengapa tidak ,kawan? Bohong seseorang, jika tidak ingin pendidikan gratis, terlebih lagi ke luar negeri. 

Saya pun begitu demikian. Jika Tuhan berkehendak,saya pun ingin mengambil beasiswa ini dengan penuh rasa bahagia dan tentunya bangga. Bersekolah di dalam ataupun luar negeri dengan dibiayai oleh pemerintah menjadi suatu hal yang luar biasa bagi semua kalangan. Apalagi anak desa seperti saya ini. Sangat tidak mungkin, dapat menginjak kaki di China,Polandia untuk mengenyam pendidikan tanpa beasiswa. Pemerintah sudah menjalankan tugasnya, saatnya kita yang menjalankan amanat itu. Berat, tidak ? tidak kawan, jalani sepenuh hati dan tetap berdoa.

Selain itu, dengan hadirnya Beasiswa NTB ini memicu jiwa bersaing dalam diri kita dan tentunya cara ini akan meningkatkan kualitas pendidikan di NTB semakin membaik. Hal ini akan terwujud apabila ada dukungan dan bantuan dari semua elemen masyarakat dalam mewujudkannya. Beasiswa ini hadir 1 kali dalam hidup kita, membuat anak-anak semakin menggebu-gebu untuk mendapatkannya, dan tentunnya akan semakin giat dalam mencetak prestasi baik nasional maupun internasional. Manfaat dari salahsatu adanya beasiswa NTB yakni beasiswa NTB Umum yang dimana mengirim pemuda-pemudi ke luar negeri. Hal ini, membuat perubahan pola mindset para pemuda. Tentu saja, mindset dan pola pikir pemuda ketika terjun ke sana, pasti akan berubah yang membuat daya saing dan kritisnya semakin terbentuk. Yang dulunya di Indonesia, hanya sekedar melihat jawaban Brainly. Namun, ketika di sana akan mengasah otak dan pikiran kita. Bukan hanya kognitif yang berubah, namun psikis yakni mental kita. Di sana mental kita akan lebih ditempa. Karena apa? Jangan salah, orang di sana sangat ambisius. Hal ini secara tidak sengaja membuat kita menanamkan jiwa disiplin dan bertanggungjawab.

Harapan saya dengan hadirnya harapan baru ini untuk para pemuda negeri Sasambo dapat menggantungkan mimpinya setinggi mungkin serta dapat diraih dengan porsirnya masing-masing. Jangan takut untuk melangkah, jangan takut untuk membuat langkah baru. Sebuah perubahan dan kesuksesan hadir dan nyata ada karena perjuangan yang luar biasa. Percayalah, apa yang kamu tuntut sekarang,akan membuahkan hasil yang sesuai tuntutan mu juga. Dengan mengikuti lomba essai/opini ini membuat cerminan masa depan NTB di tangan para cendekiawan luar biasa.

Besar harapan saya, proses sosialisasi mengenai Beasiswa NTB ini dapat disalurkan dengan merata ke seluruh penjuru NTB. Terutama di desa seperti kami. Anak desa ini akan mengukir sejarah dan cerita untuknya dan desa kecilnya. Tidak ada yang lebih luar biasa daripada mendapatkan kesempatan mengenyam pendidikan di dalam negeri ataupun luar negeri dengan gratis. Terimakasih pemerintah NTB sudah menghadirkan cahaya harapan ini untuk kami semua. Satu keputusan ini menyelamatkan jutaan impian kami. Akan kami kembali  untuk membangun Negeri Sasambo yang cerdas, berkualitas dan cemerlang. Ini janji kami untuk daerah kami. Terimakasih Nusa Tenggara Barat.

what we are doing now is only for our area. we will return with the dream that has been achieved. me, you, you and we will bring resounding to Nusa Tenggara Barat.

Penulis : Regina

Hallo Sobat Smansa !!

Telah hadir Layanan Konsultasi (Chatting Only) melalui WhatsApp atau kirim email ke sma.1.alas@gmail.com